Sejarah Desa

Sejarah Desa Sumber Baru

Berdirinya desa SUMBER BARU bermula dari UPT (Unit Pemukiman Transmigrasi) tahun 1982 di mana pusat pemerintahan dan pusat desa terletak di UPT Sebamban IV Blok C Kecamatan Satui Kabupaten Kotabaru. Karena perkembangan penduduk dan sekaligus perkembangan ekonomi masyarakat maka pada tahun 1989 perubahan UPT Sebamban IV Blok C menjadi Desa SUMBERBARU.

Karena wilayah Kecamatan Satui sangat luas kemudian pada tahun 2006 dilakukan pemekaran kecamatan menjadi Kecamatan Angsana. Jumlah desa dalam kecamatan Angsana ada 9 desa yaitu Sumberbaru, Angsana, Purwodadi, Karang Indah, Bayan Sari, Banjar Sari, Bunati, Mekar Jaya, dan Makmur. Nama-nama kepala Desa yang pernah menjabat di desa Sumber Baru :

  1. 1982-1983 KUPT Fathurochim,
  2. 1983-1984 KUPT I Gede Suwerya,
  3. 1984-1989 Kepala Desa Soewartoyo,
  4. 1989-1990 Kepala Desa Suyatno,
  5. 1990-1994 Pjs. Jayin,
  6. 1994-1996 Kepala Desa Hosni,
  7. 1996-1999 Pjs.Suradi,
  8. 1999-2007 Kepala Desa Zakaria,
  9. 2007 Pjs. Wahono.S,Sos
  10. 2007-2013 Kepala Desa Tri Bowo.
  11. 15 Juli 2013 – 15 September 2013 Pjs. Ridwan.S,Pd
  12. 16 September 2013 – 16 September 2019 Kepala Desa Zainal Arifin

Kondisi Desa

Berdasarkan luas wilayahnya desa Sumber Baru memiliki luas wilayah ± 25,75 km2 (2.575 Hektar) dengan batas wilayah sebelah Utara dengan desa Angsana, sebelah Timur dengan desa Angsana, sebelah Selatan dengan desa Setarap, sedangkan sebelah Barat dengan Desa Tegal Sari.

Desa Sumber Baru merupakan sentra kegiatan masyarakat sekecamatan Angsana, jarak tempuh desa ke kecamatan Angsana berjarak 4 km, sedangkan jarak tempuh ke ibu Kota Kabupaten Tanah Bumbu 85 km.

Secara geografis desa Sumber Baru dengan luasan ± 25,75 km2 terdiri dari dataran 98% dan berbukit sebanyak 20% dari luas wilayah.

Desa Sumber Baru dipengaruhi oleh dua musim, yakni musim kemarau dan musim hujan dengan suhu udara maksimum rata-rata antara 30,5°C – 32;9°C dan musim hujan dengan suhu udara minimum rata-rata antara 22,7°C – 24,7°C.

Penyinaran matahari yang tinggi menyebabkan tingginya intensitas penguapan sehingga selalu terdapat awan aktif dan udara yang penuh sehingga menyebabkan seringkali turun hujan. Desa Sumber Baru memiliki rata-rata curah hujan berkisar antara 0,9-13,5 mm dengan jumlah hari hujan berkisar antara 5-28 hari/tahun.

Pemanfaatan wilayah Desa Sumber Baru menurut topografinya adalah untuk lahan Perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, perumahan penduduk, jalan poros desa dan jalan lingkungan.

Demografi

Jumlah penduduk desa Sumber Baru seluruhnya 2.961 Jiwa, laki-laki 1.515 jiwa, perempuan 1.446 jiwa dengan sebaran penduduk tidak merata yang mengisi wilayah Rw/Dusun 01 berjumlah 583 jiwa, Rw/Dusun 02 berjumlah 507 jiwa, Rw/Dusun 03 berjumlah 309 jiwa, Rw/Dusun 04 berjumlah 374 jiwa, Rw/Dusun 05 berjumlah 635 jiwa, Rw/Dusun 6 berjumlah 165 dan Rw/Dusun 07 berjumlah 206 jiwa. Berdasarkan jenis kelamin perbandingan jumlah penduduk laki-laki berbeda cukup kecil dibandingkan dengan perempuan yaitu laki-laki sebesar 52%, perempuan 48% dengan perbandingan 1,1 : 1.

Jumlah penduduk berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari data Sosiodemografi tahun 2014 berjumlah : 2.924 Jiwa dengan Laporan Data Kependudukan bulan Desember tahun 2015 berjumlah : 2.961 maka terjadi kenaikan jumlah penduduk 1,3 % selama 1 tahun, hal ini dikarenakan akibat jumlah kelahiran bayi lebih besar dibandingkan jumlah kematian.

Kepadatan penduduk yang menghuni wilayah Desa SUMBER BARU dihitung dari jumlah penduduk dibagi luas wilayah ( 25,75 Km2 : 2.961 Jiwa ) maka dapat dihitung tingkat kepadatan penduduk sebesar 0,9 jiwa/km2,

Keadaan Sosial

Keadaan sosial menunjukkan kondisi sosial masyarakat yang menghuni Desa Sumber Baru atau sesuatu yang dapat mempengaruhi.

Keadaan sosial dapat ditunjukkan oleh beberapa hal :

Pendidikan

Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia sebagai pelakasana pembangunan. Pembangunan akan berhasil jika kualitas Sumberdaya manusianya handal. Salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas manusia adalah dengan pendidikan. karena dengan pendidikan kecerdasan dan ketrampilan manusia dapat meningkat.

Untuk mencapai keberhasilan pembangunan di bidang pendidikan tidak lepas dari dukungan sarana ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Sebab dengan kurang/tidak tersedianya sarana dan prasarana yang memadai akan sangat sulit untuk dapat mewujudkan program yang dilaksanakan. Berdasarkan data desa SUMBER BARU pada tahun 2015 jumlah sekolah untuk SD sebanyak 1 unit sekolah (10 Ruang Kelas) sekolah TK sebanyak 1 unit (3 Ruang Kelas), kelompok Bermain 1 unit (2 Ruamg kelas), dan TPA ada 4 unit.

Berdasarkan Agenda pembangunan nasional. prioritas pembangunan pendidikan harus diprioritaskan pada pendidikan dasar dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan 9 (sembilan) tahun. Dengan prioritas ini. pada akhir tahun pelaksanaan RPJMDesa SUMBER BARU sebagian besar penduduk desa SUMBER BARU sekurang-kurangnya tamat SMA atau yang sederajat.

Untuk mewujudkan sasaran tersebut, masalah-masalah pokok yang dihadapi antara lain masih rendahnya tingkat pendidikan penduduk desa SUMBER BARU tercermin dari prosentase penduduk 10 tahun yang lalu yang berpendidikan tamatan SD ke bawah pada tahun 2006 sebesar 59 % dan rata-rata lama sekolah sebesar 6,3 tahun. Selain itu masalah pendidikan sekolah, khususnya untuk sekolah menengah umum (SMU) atau setingkat masih belum merata di semua wilayah RT.

Tenaga Kerja

Lesunya dunia usaha dan rendahnya investasi baru berdampak pada rendahnya pertumbuhan lapangan kerja baru. Di sisi lain. jumlah pencari kerja terus bertambah seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Demikian pula laju pertumbuhan penduduk usia produktif yang siap bersaing mengisi peluang pasar kerja. tampaknya tidak terlepas dari kecenderungan terus meningkatnya tamatan lembaga-lembaga pendidikan formal. Kondisi semacam ini memberikan imbas yang cukup berat bagi ketenagakerjaan di desa SUMBER BARU. Gambaran umum dan terlihat oleh kasat mata perusahaan-perusahaan di desa SUMBER BARU bermunculan satu demi satu namun dari sisi penyerapan tenaga kerja lokal prosentasinya masih kecil dibanding dengan pekerja non-lokal.

Kesehatan

Di bidang kesehatan, ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang semakin memadai menunjukkan korelasi positif dengan jangkauan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Di samping kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai desa Sumberbaru juga masih terus dihadapkan pada tantangan dan masalah kesehatan lain sebagai akibat terjadinya transisi demografi dan transisi epidemiologi karena adanya perubahan keadaan sosial, tingkat pendidikan, keadaan ekonomi, kondisi lingkungan dan pengaruh globalisasi. Di sisi lain terjadi peningkatan kejadian untuk penyakit non infeksi seperti penyakit-penyakit degeneratif dan penyakit akibat perilaku masyarakat, serta semakin meningkat dan variatifnya berbagai tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih bermutu, terjangkau dan merata. Pelaksanaan pembangunan kesehatan yang intensif, berkesinambungan dan merata yang didukung dengan program kesehatan yang baik diharapkan dapat semakin memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Prasarana dan Sarana Desa

Infrastruktur merupakan pemicu pembangunan suatu wilayah serta sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan sektor transportasi merupakan tulang punggung pola distribusi baik barang maupun penumpang. Infrastruktur lainnya seperti kelistrikan dan irigasi merupakan salah satu aspek terpenting untuk meningkatkan produktivitas sektor produksi. Ketersediaan jaringan air bersih serta pengelolaannya dan peningkatan layanan publik yang dikelola oleh pemerintah seperti prasarana kesehatan. pendidikan. dan sarana olah raga secara berkelanjutan sangat menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Kondisi Pemerintah Desa

Dalam melaksanakan Pemerintah Desa kepala desa dibantu oleh Sekretaris Desa, 3 orang kaur yaitu kaur pemerintahan, kaur Kemasyarakatan dan kaur pembangunan, 1 tata usaha 1 bendahara desa dan 7 orang kepala dusun.  RT.01 s/d RT.25 memegang peranan sangat besar walaupun didalam Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) Pemerintahan desa Sumber Baru tidak termasuk pemerintah desa, namun hanya sebagai Lembaga Kemasyarakatan. Karena ketua RT. Sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga bisa dikatakan ketua RT. Merupakan ujung tombak urusan kemasyarakatan diwilayahnya.

Pengaturan mengenai Pemerintahan Desa ada dalam Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Desa yang bersumber dari peraturan perundang-undangan nomor 6 tahun 2014. Landasan pemikiran dalam pengaturan mengenai Pemerintahan Desa menurut Undang­-undang Nomor 6 Tahun 2014 yang memberikan ruang gerak kepada masyarakat desa untuk membangun pemerintahannya berdasar pada prinsip keanekaragaman, partisipasi, otonomi. demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat merupakan paradigma baru pemerintahan desa. Pemerintahan desa yang semula sebagai alat negara berubah menjadi organisasi rakyat. sehingga pemerintahan desa berpusat pada rakyat. Spiritnya ingin memposisikan kembali desa terpisah dari jenjang pemerintahan namun diakui dalam sistem pemerintahan nasional sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadai setempat. Perubahan paradigma pemerintahan desa tersebut menuntut pula perubahan pola hubungan. perlakuan dan penanganan dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah bertindak sebagai pembina dan fasilitator penyelenggaraan pemerintahan desa.

Bertitik tolak dari pemahaman bahwa desa memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya sesuai kondisi dan sosial budaya setempat, maka posisi desa yang memiliki otonomi asli sangat strategis sehingga memerlukan perhatian seimbang terhadap penyelenggaraan otonomi daerah. Karena dengan otonomi desa yang kuat akan mempengaruhi secara signifikan terhadap perwujutan otonomi daerah.

Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Sumber Baru sesuai dengan kapasitas, porsi, posisi dan proporsi Pemerintah Desa dalam koridor ketentuan yang berlaku.

Kegiatan pembinaan dan fasilitasi penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Sumber Barun berorientasi pada upaya-upaya antara lain sebegai berikut :

  1. Meningkatkan kapasitas Aparatur Pemerintah Desa Sumber Baru agar makin mampu dalam melayani dan mengayomi masyarakat. Menggerakkan prakarsa dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta mampu menyelenggarakan fungsi Pemerintah Desa secara efektif dan efisien;
  2. Penyempurnaan dan pendayagunaan Aparatur Pemerintah Desa agar dapat meningkatkan kemampuan, Pengabdian, disiplin dan keteladanannya;
  3. Peningkatan peranan dan pemantapan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai wadah penyalur aspirasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat pada level desa;
  4. Peningkatan dan penyempurnaan Sistem Administrasi Pernerintahan Desa menuju tertib penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
  5. Peningkatan kemampuan Pemerintah Desa untuk menggali. meningkatkan dan memelihara serta mengelola sumber-sumber pendapatan dan kekayaan desa.
  6. Melakukan pembenahan sistem perbatasan wilayah dan tata ruang desa yang belum memenuhi penertiban/penetapan batas wilayah dan tata ruang desa secara jelas dan pasti.

Pembagian Wilayah Desa

Sumber Baru dengan luas wilayah sebesar ± 25,75 km2 secara administrasi wilayah terbagi atas 25 Rukun Tetangga (RT), mulai dari RT. 01 s/d RT. 25. Dan 7 Kepala Dusun (Kadus) yang Di dalam Struktur organisasi tata kerja (SOTK Pemerintah Desa Sumber Baru disebutkan tugas Kepala Dusun diantaranya : membantu pelaksanaan tugas Kepala Desa di Wilayah Kerjanya; melaksanakan kegiatan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan serta ketentraman dan ketertiban; melaksanakan keputusan dan kebijaksanaan Kepala Desa; membantu Kepala Desa dalam kegiatan pembinaan dan kerukunan warga; membina dan meningkatkan swadaya gotong royong; melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa.